Tampilkan postingan dengan label MikroTik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MikroTik. Tampilkan semua postingan

28.11.09

TransparentTrafficShaper - Mikrotik v.3

Sumber: wiki.mikrotik.com


 

Introduction 

This example shows how to configure a transparent traffic shaper. The transparent traffic shaper is essentially a bridge that is able to differentiate and prioritize traffic that passes through it.Consider the following network layout :

We will configure one queue limiting the total throughput to the client and three sub-queues that limit HTTP, P2P and all other traffic separately.


Quick Start for Impatient

Configuration snippet from the MikroTik router: 

/ interface bridge add name="bridge1"
/ interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge1 add interface=ether3 bridge=bridge1
/ interface bridge settings set use-ip-firewall=yes

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=80 action=mark-connection \ new-connection-mark=http_conn passthrough=yes
add chain=prerouting connection-mark=http_conn action=mark-packet \ new-packet-mark=http passthrough=no
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-connection \ new-connection-mark=p2p_conn passthrough=yes
add chain=prerouting connection-mark=p2p_conn action=mark-packet \ new-packet-mark=p2p passthrough=no
add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=other_conn \ passthrough=yes add chain=prerouting connection-mark=other_conn action=mark-packet \ new-packet-mark=other passthrough=no

/ queue simple
add name="main" target-addresses=10.0.0.12/32 max-limit=256000/512000
add name="http" parent=main packet-marks=http max-limit=240000/500000 priority=1
add name="p2p" parent=main packet-marks=p2p max-limit=64000/64000 priority=8
add name="other" parent=main packet-marks=other max-limit=128000/128000 priority=4








4.9.09

Dynamic DNS Update Script for ChangeIP.com

Sumber : wiki.mikrotik.com


The following script should be created when you wish to update your ChangeIP.com Dynamic DNS account. Once created you should schedule this to run once in a while. The :global variables should be edited to include your unique username and password, interface name, etc.
The script below is RouterOS 4.2 Tested! It should also continue to work under 3.x series RouterOS.
Below the plain text script is an export that can be used to paste directly into terminal window. That method is recommended as word wrapping is common. The second code window is also recommended because it includes a scheduler entry.
Note: A copy of the latest Dynamic DNS update script should be at ChangeIP.com


http://wiki.mikrotik.com/wiki/Dynamic_DNS_Update_Script_for_ChangeIP.com&

7.4.09


Selamat datang di Portal Insan Mikrotik Banjarmasin, Kalimantan Selatan (ITIK Banjar)
. Media ini kami buat untuk menyatukan komunitas pengguna Mikrotik Router OS di Kalimantan Selatan agar dapat saling berbagi dan share knowledge seputar system ini. Kami harapkan kawan-kawan yang mengunjungi portal ini dapat mendaftarkan dirinya disini guna melakukan pendataan anggota untuk selanjutnya akan kita adakah kopi darat sebagai langkah berikutnya untuk membuat struktur organisasi yang harapan kami, dengan adanya struktur organisasi ini nantinya ITIK Banjar akan lebih solid dan tetap terjaga kesinambungannya.

Demikian, Semoga dapat diterima oleh kawan-kawan dengan baik, khususnya insan pengguna Mikrotik Router OS di Banjarmasin.

semoga dapat bermanfaat untuk kemajuan TI di Kalimantan Selatan

5.9.08

PCQ (Per Connection Queue) -- Part I

PCQ (Per Connection Queue) adalah jenis queue yang dapat digunakan untuk membagi atau membatasi traffic untuk multi-users secara dinamis, dengan sedikit administrasi.

Pembagian Bandwidth Sama Rata Untuk Multi Users
Gunakan queue jenis PCQ bila kita ingin membagi bandwidth secara rata (dan mengatur max-limit) untuk beberapa user. Kita akan memberikan contoh untuk pembagian limit bandwidth download sebesar 64 kbps dan upload sebesar 32 kbps.

Ada dua cara untuk melakukan ini :
  1. Menggunakan mangle dan queue tree
  2. Menggunakan Simple Queue
Dengan Mangle dan Queue Tree
1. Mark paket dengan mark-packet all :
Code:
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=all passthrough=no
2. Tambahkan 2 PCQ Type, satu untuk download dan satunya lagi untuk upload. Dst-Address adalah pengklasifikasian untuk traffic Download, sedang Src-Address adalah pengklasifikasian untuk traffic Upload :
Code:
/queue type add name=”PCQ_download” kind=pcq pcq-rate=64000 pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=”PCQ_upload” kind=pcq pcq-rate=32000 pcq-classifier=src-address
3. Akhirnya, 2 buah rule queue ditambahkan, untuk download dan upload :
Code:
/queue tree add parent=global-in queue=PCQ_download packet-mark=all
/queue tree add parent=global-out queue=PCQ_upload packet-mark=all

Dengan Simple Queue
Jika anda tidak suka menggunakan mangle dan queue tree, anda dapat menggunakan satu rule queue seperti dibawah ini :
Code:
/queue simple add queue=PCQ_upload/PCQ_download target-addresses=192.168.0.0/24


Sekedar tambahan buat tulisan diatas
First of all kan marking packet yang buat up dulu nih :
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=up passthrough=no
terus buat marking yang download-an kita pake kaya gini :
/ip firewall mange add chain=forward action=mark-connection new-mark-connection=down-conn passthrought=yes
/ip firewall mangle add chain=forward in-interface=Public mark-connection=down-conn action=mark-packet new-packet-mark=down passthrough=no
jangan lupa chain di set forward, dan passthrought di set no untuk connection-mark dan di set yes untuk packet-mark
setelah itu baru deh kita buat queque typenya :
/queue type add name=”PCQ_download” kind=pcq pcq-rate=64000 pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=”PCQ_upload” kind=pcq pcq-rate=32000 pcq-classifier=src-address
ini kalo kita ingin membatasi up 32k dan down 64k, kalo kita pengen dia otomatis kaya yang bro ALOE tanyain kita bisa masukin ajah pcq-rate=0 jadi nantinya dia akan langsung menyesuaikan bandwidth yang ada dan pengguna yang ada di jaringan Local
selanjutnya tinggal bikin deh wuewue tree nya :
/queue tree add name=upload parent=global-in
/queue tree add name=download parent=Local
untuk upload kita menggunakan parent global-in karena kita ingin membatasi semua yang masuk menuju router, sedangkan untuk download kita menggunakan parent Local, karena inilah interface yang menuju ke jaringan lokal kita
selanjutnya tinggal bikin ajah anakan dari tree induk yang sudah kita buat diatas:
/queue tree add name=client-upload parent=upload queue=PCQ_upload packet-mark=up
/queue tree add name=”download” parent=Local queue=PCQ_download packet-mark=down
Nah sekarang setiap client kita akan mendapatkan bw 32k/64k dan kalau kita menggunakan 0 pada saat menset queue type bw akan otomatis terbagi


15.5.07

Memisahkan Bandwidth Lokal dan International menggunakan Mikrotik

Image

Memisahkan Bandwidth Lokal dan International menggunakan Mikrotik

Versi 3
Perubahan dari versi sebelumnya:
  1. Proses mangle berdasarkan address-list
  2. Pemisahan traffic Indonesia dan overseas lebih akurat
Semakin berkembangnya konten Internet lokal di Indonesia telah memberikan peluang bisnis baru dalam industri Internet di Indonesia. Saat ini banyak Internet Service Provider
(ISP) yang
menawarkan paket bandwidth lokal atau IIX yang lebih besar dibandingkan bandwidth Internet Internasional, hal ini seiring dengan semakin banyaknya pengelola RT-RW Net yang mampu menyediakan layanan koneksi Internet yang lebih terjangkau bagi lingkungan sekitarnya.
Permasalahan umum yang terjadi pada jaringan RT-RW Net adalah masalah pengaturan bandwidth. Pada umumnya pengelola RT-RW Net akan kesulitan pada saat ingin memisahkan antara traffic lokal dengan traffic internasional karena umumnya jaringan RT-RW Net hanya menggunakan static routing, berbeda dengan ISP yang mampu membangun jaringan yang lebih komplek menggunakan protocol routing BGP sehingga ISP dapat dengan mudah memisahkan antara traffic local dan internasional.
Untuk memisahkan traffic lokal dengan traffic internasional tersebut RT-RW Net dapat dengan mudah menggunakan PC Router + Sistem Operasi Mikrotik, Mikrotik sebenarnya adalah linux yang sudah di buat sedemikian rupa oleh pengembangnya sehingga sangat mudah diinstall dan di konfigur dengan banyak sekali fitur dan fungsi. Untuk lebih lanjut mengenai mikrotik dapat dilihat pada situs webnya http://www.mikrotik.com atau http://www.mikrotik.co.id



Berikut adalah sekenario jaringan dengan Mikrotik sebagai router
Gambar 1. Sekenario Jaringan

Penjelasan:

  1. Mikrotik Router dengan 2 Network Interface Card (NIC) Ether1 dan Ether3, dimana Ether1 adalah Ethernet yang terhubung langsung ke ISP dan Ether3 adalah Ethernet yang terhubung langsung dengan jaringan 192.168.2.0/24
  2. Bandwidth dari ISP misalnya 256Kbps internasional dan 1024Kbps lokal IIX
  3. Komputer 192.168.2.4 akan diberi alokasi bandwidth 128Kbps internasional dan 256Kbps lokal IIX

Untuk memisahkan antara traffic lokal IIX dengan traffic internasional caranya adalah dengan menandai paket data yang menuju atau berasal dari jaringan lokal IIX menggunakan mangle. Pertanyaannya bagaimana caranya Mikrotik bisa mengetahui paket tersebut menuju atau berasal dari jairngan lokal IIX?

Jawabannya adalah dengan mengambil data dari http://lg.mohonmaaf.com
Pilih Query dengan men-cek-list BGP dan klik Submit

Image

Gambar 2. Hasil Query http://lg.mohonmaaf.com untuk perintah “show ip bgp”

Fungsi dari http://lg.mohonmaaf.com adalah sebagai fasilitas looking glass jaringan lokal yang dikelola oleh PT. IDC , terima kasih kepada Bapak Johar Alam yang telah menyediakan layanan tersebut.

Dari hasil query tersebut selanjutnya simpan sebagai text files untuk selanjutnya dapat diolah dengan menggunakan spreadsheet contohnya Ms. Excel untuk mendapatkan semua alamat Network yang diadvertise oleh router-router BGP ISP lokal Indonesia pada BGP router IDC atau National Inter Connection Exchange (NICE).

Pada penjelasan versi-2 dokumen ini saya menggunakan teknik langsung memasukkan daftar ip blok ke /ip firewall mangle, dengan teknik ini saya harus memasukkan dua kali daftar ip yang didapat dari router NICE ke /ip firewall mangle.

Cara lain yang lebih baik adalah dengan memasukkan daftar ip blok dari router NICE ke /ip firewall address-list dengan demikian maka pada /ip firewall mangle hanya terdapat beberapa baris saja dan pemisahan traffic Indonesia dan overseas dapat lebih akurat karena mangle dapat dilakukan berdasarkan address-list saja.

Lebih jelasnya adalah sbb:

Selanjutnya buat script berikut untuk dapat diimport oleh router Mikrotik

/ ip firewall address-list
add list=nice address=58.65.240.0/23 comment="" disabled=no
add list=nice address=58.65.242.0/23 comment="" disabled=no
add list=nice address=58.65.244.0/23 comment="" disabled=no
add list=nice address=58.65.246.0/23 comment="" disabled=no
add list=nice address=58.145.174.0/24 comment="" disabled=no
add list=nice address=58.147.184.0/24 comment="" disabled=no
add list=nice address=58.147.185.0/24 comment="" disabled=no
dst…


untuk mendapatkan script diatas dapat melalui URL berikut:

http://www.datautama.net.id/harijanto/mikrotik/ip_firewall_address_list_nice.php

URL diatas secara online akan melakukan query ke router NICE dari http://lg.mohonmaaf.com

dari hasil URL diatas copy lalu paste ke mikrotik dengan menggunakan aplikasi putty.exe ssh ke ipmikrotik tersebut, caranya setelah di copy teks hasil proses URL diatas lalu klik kanan mouse pada jendela ssh putty yang sedang meremote mikrotik tersebut. Cara ini agak kurang praktis tetapi karena jika script diatas dijadikan .rsc ternyata akan bermasalah karena ada beberapa baris ip blok yang saling overlap sebagai contoh:

\... add address=222.124.64.0/23 list="nice"
[datautama@router-01-jkt] > /ip firewall address-list \
\... add address=222.124.64.0/21 list="nice"
address ranges may not overlap

dimana 222.124.64.0/21 adalah supernet dari 222.124.64.0/23 artinya diantara dua blok ip tersebut saling overlap, sehingga pada saat proses import menggunakan file .rsc akan selalu berhenti pada saat menemui situasi seperti ini.
Sampai saat ini saya belum menemukan cara yang praktis utk mengatasi hal tersebut diatas.Kalau saja kita bisa membuat address-list dari table prefix BGP yang dijalankan di mikrotik maka kita bisa mendapatkan address-list dengan lebih sempurna.
Selanjutnya pada /ip firewall mangle perlu dilakukan konfigurasi sbb:

/ ip firewall mangle
add chain=forward src-address-list=nice action=mark-connection \
new-connection-mark=mark-con-indonesia passthrough=yes comment="mark all \
indonesia source connection traffic" disabled=no
add chain=forward dst-address-list=nice action=mark-connection \
new-connection-mark=mark-con-indonesia passthrough=yes comment="mark all \
indonesia destination connection traffic" disabled=no
add chain=forward src-address-list=!nice action=mark-connection \
new-connection-mark=mark-con-overseas passthrough=yes comment="mark all \
overseas source connection traffic" disabled=no
add chain=forward dst-address-list=!nice action=mark-connection \
new-connection-mark=mark-con-overseas passthrough=yes comment="mark all \
overseas destination connection traffic" disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=mark-con-indonesia action=mark-packet \
new-packet-mark=indonesia passthrough=yes comment="mark all indonesia \
traffic" disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=mark-con-overseas action=mark-packet \
new-packet-mark=overseas passthrough=yes comment="mark all overseas \
traffic" disabled=no


Langkah selanjutnya adalah mengatur bandwidth melalui queue simple, untuk mengatur bandwidth internasional 128Kbps dan bandwidth lokal IIX 256Kbps pada komputer dengan IP 192.168.2.4 dapat dilakukan dengan contoh script sbb:

/ queue simple
add name="harijant-indonesia" target-addresses=192.168.2.4/32 \
dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none packet-marks=indonesia \
direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=0/0 \
max-limit=256000/256000 total-queue=default disabled=no
add name="harijanto-overseas" target-addresses=192.168.2.4/32 \
dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none packet-marks=overseas \
direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=0/0 \
max-limit=128000/128000 total-queue=default disabled=no


Script diatas berarti hanya komputer dengan IP 192.168.2.4 saja yang di batasi bandwidthnya 128Kbps internasional (overseas) dan 256Kbps lokal IIX (indonesia) sedangkan yang lainnya tidak dibatasi.

Hasil dari script tersebut adalah sbb:

Image
Gambar 3. simple queue untuk komputer 192.168.2.4


Dengan demikian maka komputer 192.168.2.4 hanya dapat mendownload atau mengupload sebesar 128Kbps untuk internasional dan 256Kbps untuk lokal IIX.

Untuk mengujinya dapat menggunakan bandwidthmeter sbb:


Image
Gambar 4. Hasil bandwidth meter komputer 192.168.2.4 ke lokal ISP


Image
Gambar 5. Hasil bandwidth meter ke ISP internasional

Dengan demikian berarti Mikrotik telah berhasil mengatur pemakaian bandwidth internasional dan lokal IIX sesuai dengan yang diharapkan pada komputer 192.168.2.4.

Pada penjelasan versi-3 ini proses mangle terhadap traffic “overseas” dapat lebih akurat karena menggunakan address-list dimana arti dari src-address=!nice adalah source address “bukan nice” dan dst-address=!nice adalah destination address “bukan nice”.

Sehingga demikian traffic “overseas” tidak akan salah identifikasi, sebelumnya pada penjelasan versi-2 traffic “overseas” bisa salah indentifikasi karena traffic “overseas” di definisikan sbb

add connection-mark=mark-con-indonesia action=mark-packet new-packet-mark=indonesia chain=prerouting comment="mark indonesia"
add packet-mark=!indonesia action=mark-packet new-packet-mark=overseas chain=prerouting comment="mark all overseas traffic"

packet-mark=!indonesia artinya “packet-mark=bukan paket Indonesia”, padahal “bukan paket Indonesia” bisa saja paket lainnya yang telah didefinisikan sebelumnya sehingga dapat menimbulkan salah identifikasi.

Adapun teknik diatas telah di test pada router mikrotik yang menjalankan NAT , jika router mikrotik tidak menjalankan NAT coba rubah chain=prerouting menjadi chain=forward.
Untuk lebih lanjut mengenai pengaturan bandwidth pada Mikrotik dapat dilihat pada manual mikrotik yang dapat didownload pada

http://www.mikrotik.com/docs/ros/2.9/RouterOS_Reference_Manual_v2.9.pdf


Script diatas dapat diimplementasikan pada Mikrotik Versi 2.9.27 , untuk versi mikrotik sebelumnya kemungkinan ada perbedaan perintah.

Reference:


* http://www.mikrotik.com
* http://www.mikrotik.co.id
* http://wiki.mikrotik.com



Selamat mencoba.

zte c300 trunk mode

  gpon   profile tcont PPPOE type 4 maximum 9900000   profile tcont 100M type 4 maximum 100000   profile tcont 50M-TRUNK type 4 maximum 5000...